May15 , 2021

    Hyunjoo Mantan Anggota APRIL Angkat Bicara Terkait Dugaan Bullying Yang Dilakukan Oleh Rekan Grupnya

    Related

    Share

    Mantan anggota APRIL, Hyunjoo, telah merilis pernyataan pribadi pertamanya tentang perselisihannya dengan agensinya dan tuduhan bahwa ia diintimidasi oleh rekan grupnya.

    Awal tahun ini, adik laki-laki Hyunjoo membuat postingan online yang menyatakan bahwa alasan ia meninggalkan grup pada tahun 2016 adalah karena ia diganggu oleh anggota lain. Individu lain yang mengaku sebagai teman sekelas SMA Hyunjoo membuat tuduhan serupa di postingan kedua yang membahas lebih detail tentang dugaan bullying.

    DSP Media — yang saat ini menampung APRIL dan Hyunjoo — menanggapi dengan berbagai pernyataan yang menyangkal tuduhan tersebut. Setelah adik laki-laki Hyunjoo membuat postingan lain yang bertentangan dengan bantahan mereka, agensi mengumumkan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum — baik pidana maupun perdata — terhadap Hyunjoo dan orang-orang yang memposting tuduhan tersebut secara online.

    Pada 18 April, Hyunjoo melalui Instagram membagikan pernyataan pribadi pertamanya tentang situasi tersebut.

    Pernyataan lengkapnya adalah sebagai berikut:

    “Halo, ini Lee Hyunjoo.
    Sepanjang banyak situasi yang muncul secara kebetulan, aku sangat takut mengeluarkan pernyataan kusendiri.
    Bahkan sekarang, aku sangat takut.

    Saat ini, agensiku hanya merilis pernyataan yang berbeda dari kebenaran, dan mereka telah menggugat adik-ku, yang masih seorang siswa dan kenalanku.
    Orang tua pelaku juga telah mengirimiku dan orang tuaku pesan teks berisi menyalahkan.

    Memang benar aku ragu-ragu untuk waktu yang lama karena aku takut bagaimana mereka akan membuatku menderita jika aku mengeluarkan pernyataan dengan suaraku sendiri.

    Namun, terlepas dari itu, demi orang-orang yang menunjukkan keberanian untuk aku dan orang-orang yang mendukungku, aku merasa aku harus mengumpulkan keberanian setidaknya sekarang, itulah mengapa aku menulis ini.

    Penindasan dimulai pada tahun 2014, ketika aku sedang mempersiapkan debutku dan berlanjut hingga 2016, ketika aku meninggalkan grup. Aku, yang saat itu berusia 17 tahun, harus tinggal di asrama saat bersiap untuk debut, jadi aku harus menghabiskan 24 jam sehari dengan para pelaku di tempat di mana tidak ada orang yang bisa aku andalkan.

    Tidak dapat menahannya lebih lama lagi, aku memberi tahu orang tuaku tentang penderitaanku dan orang tuaku mencoba berbicara dengan CEO [agensi]. Namun, aku berulang kali mendapati diriku dalam situasi di mana aku malah disalahkan. Setelah pelaku mengetahui hal ini, mereka semakin menyiksaku. Aku hanya diizinkan untuk menelepon orang tuaku sebentar dan di depan manajer kami dan dengan cara seperti ini, situasinya menjadi lebih buruk, dan aku terus merasa semakin kecil.

    Apa yang menjadi pengetahuan publik hanyalah sebagian kecil dari apa yang terjadi.
    Selama tiga tahun itu, aku dipaksa untuk menderita karena tindakan dan perilaku kekerasan, ejekan, sumpah serapah, dan serangan terhadap karakterku dan sangat menyakitkan untuk menanggung penghinaan dan serangan yang tidak berdasar terhadap karakter nenekku yang berharga, ibu, ayah, dan adik. Agensi tahu tentang ini, tetapi hanya melihat tanpa mengambil tindakan apa pun untuk merespon.

    Karena ini, aku jatuh ke dalam kegelapan yang tidak dapat aku lihat akhirnya, dan aku membuat keputusan yang berbahaya, tetapi tidak terlihat seolah-olah mereka merasakan sesuatu atau bahkan sedikit pun merasa menyesal. Menggunakan alasan yang disiapkan oleh agensiku secara sepihak untuk-ku, aku akhirnya meninggalkan grup dan sebagai hasilnya, aku harus menghadapi komentar jahat yang berulang, ejekan, dan bahkan stigma sebagai pengkhianat.

    Karena aku merasa itu adalah kesalahanku karena telah memberikan bekas luka yang tidak dapat dibersihkan kepada keluargaku, aku berusaha untuk hidup lebih baik, positif, dan sehat.

    Namun, bahkan setelah waktu berlalu, tidak mudah untuk melupakan kenangan akan kesulitanku.
    Kenangan kelam waktu itu tetap tinggal di sudut hatiku, dan itu menjadi trauma yang sepertinya akan menelan aku utuh.
    Aku harus melalui masa sulit di mana aku berdampak negatif tidak hanya pada diriku sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarku.

    Saat aku mengalaminya, orang-orang di sekitarku mengumpulkan banyak keberanian untuk-ku, begitulah cara kami sampai pada situasi saat ini.

    Sekarang aku juga mencoba mengumpulkan keberanian untuk adik dan kenalanku.

    Sebagai hasil dari pengalaman ini, aku belajar bahwa ada banyak orang yang menyemangatiku dan yang kusyukuri.
    Terima kasih kepada orang-orang yang mengkhawatirkanku dan menanyakan kabarku setiap hari, aku bisa mendapatkan kekuatan.
    Aku juga belajar bahwa ada banyak orang yang menderita luka emosi yang serupa denganku.

    Sepertinya penindasan dan pengucilan yang kita derita ketika kita masih muda tetap bersama kita sebagai trauma.
    Kupikir tidak mungkin bagi semua orang di dunia untuk bergaul denganku dan perasaan benci dapat berkembang secara alami sewaktu-waktu. Namun, menurutku kekerasan atau penindasan tidak dapat dibenarkan untuk alasan apa pun. Aku percaya bahwa pengasingan dan penindasan terhadap siapa pun, di mana pun, harus hilang apa pun yang terjadi.

    Meskipun aku masih bergumul dengan trauma dan kenangan saat itu bahkan sampai sekarang, setelah tujuh tahun berlalu, aku yakin aku tidak boleh pasrah pada kenyataan bahwa aku tidak dapat pulih dan menjalani hidupku dengan tidak bahagia.
    Itulah mengapa kuingin menunjukkan kepada orang-orang yang telah mengalami rasa sakit yang sama denganku bahwa para korban juga dapat pulih dari luka mereka dan hidup bahagia dan sehat kembali.
    Aku juga ingin membalas orang-orang yang mendukungku dengan menunjukkan kepada mereka bahwa aku telah mengatasi situasi ini.

    Aku dengan tulus berterima kasih karena telah memberiku banyak dukungan dan kekuatan. Kalian telah memberiku banyak keberanian.

    Saat ini, semua aktivitasku melalui agensiku telah dihentikan, dan setiap pekerjaan baru yang telah ditawarkan kepadaku telah ditolak secara sepihak tanpa berkonsultasi denganku. Agensi juga telah menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengakhiri kontrak eksklusif-ku.

    Mulai sekarang, aku tidak akan lagi berdiri tanpa mengambil tindakan untuk melindungi diriku sendiri, keluarga dan kenalanku.
    Aku juga akan menanggapi gugatan pidana yang diajukan agensiku terhadapku dengan bantuan orang-orang yang mendukungku.

    Meskipun itu tidak mudah, aku akan mencoba menunjukkan kepada kalian bahwa aku telah pulih melalui beragam aktivitas dan sisi diriku yang baru, lebih sehat, dan lebih cerah, setelah aku menyelesaikannya dengan baik dan meninggalkan masa laluku yang sulit.

    Untuk aku dan semua orang yang membaca kata-kata ini, aku berharap sisa bulan ini akan bahagia dan hangat. Terima kasih.” (koreanarea.com)