August3 , 2021

    JTBC Rilis Pernyataan Baru Menolak Potensi Distorsi Sejarah Dalam Drama Mendatang “Snowdrop” + Nama Karakter Jisoo BLACKPINK Akan Diganti

    Related

    Share

    JTBC telah merilis pernyataan kedua membahas kritik yang dihadapi drama mendatang “Snowdrop” (judul literal).

    “Snowdrop”, yang dijadwalkan tayang perdana pada paruh kedua tahun ini, berlatar di Seoul pada tahun 1987. Jung Hae In berperan sebagai Soo Ho, seorang mahasiswa di universitas bergengsi yang suatu hari masuk ke asrama wanita dengan berlumuran darah. Jisoo BLACKPINK berperan sebagai Young Cho, mahasiswa yang menyembunyikannya dan merawat lukanya meski menghadapi bahaya dan pengawasan ketat.

    Ketika bagian dari sinopsis mulai beredar online, kekhawatiran tentang potensi distorsi sejarah muncul. Berdasarkan informasi yang tersebar, pemeran laki-laki merupakan mata-mata yang menyusup ke gerakan aktivis, sedangkan tokoh laki-laki lainnya adalah ketua tim di Badan Perencanaan Keamanan Nasional (LASS) namun digambarkan lugas dan adil.

    1987 adalah tahun kunci dalam gerakan demokrasi populer Korea Selatan yang mengarah pada pembentukan republik saat ini. NSP akan menjadi bagian dari rezim otoriter pada saat itu.

    JTBC merilis pernyataan pertama mereka sebagai tanggapan atas kritik pada 26 Maret, yang menyatakan bahwa informasi yang beredar online tidak lengkap dan representasi yang tidak akurat dari konten dan niat sebenarnya dari drama tersebut.

    Baca pernyataan baru JTBC di bawah ini:

    “Kami menyatakan posisi kami sekali lagi tentang kontroversi seputar drama “Snowdrop.” Kami membagikan pernyataan lagi untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang berasal dari spekulasi dan kritik yang terus dibuat setelah pernyataan kami tentang “Snowdrop”.

    Kontroversi saat ini disebabkan oleh informasi yang terpecah-pecah yang merupakan kombinasi dari sinopsis yang tidak lengkap dan bagian-bagian dari deskripsi karakter. Potongan-potongan informasi ini digabungkan dengan spekulasi, membuat informasi palsu tampak benar. Tentu saja, ini adalah kesalahan tim produksi karena tidak berhati-hati saat mengelola data yang mentah.

    Kami ingin mengungkapkan beberapa bagian dari plot “Snowdrop” untuk membantu pemahaman kalian.

    1. Mengenai kontroversi bahwa drama meremehkan gerakan pro demokrasi, “Snowdrop” bukanlah drama yang berhubungan dengan gerakan pro demokrasi. Dalam naskah tersebut, tidak ada satu pun bagian di mana protagonis laki-laki dan perempuan berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi. Sebaliknya, ada karakter yang tertindas secara tidak adil karena dituduh sebagai mata-mata Korea Utara oleh rezim militer tahun 1980-an.
    2. Latar belakang dan motif dibalik peristiwa utama dalam “Snowdrop” adalah situasi politik seputar pemilihan presiden tahun 1987, bukan gerakan prodemokrasi. Drama ini menggambarkan kisah fiksi tentang rezim militer, NSP, dan pihak lain yang berkuasa pada saat berkolusi dengan kediktatoran Korea Utara dan merencanakan konspirasi untuk mempertahankan kekuasaan mereka.
    3. Dalam setting ini, seorang mata-mata Korea Utara dan agen NSP yang mengejar mata-mata tersebut muncul sebagai karakter utama. Mereka bukanlah karakter yang mewakili pemerintah dan organisasinya masing-masing. Mereka adalah karakter yang menyoroti sudut pandang kritis NSP, yang secara aktif mendukung keinginan korup untuk berkuasa menjadi partai yang berkuasa. Oleh karena itu, kekhawatiran bahwa drama tersebut mengagung-agungkan sebagai mata-mata atau bekerja untuk NSP tidak relevan dengan “Snowdrop”.
    4. Alasan kami menggambarkan agen NSP sebagai “lugas dan adil” adalah karena ia adalah agen rahasia yang menolak kesempatan untuk diangkat ke posisi yang kuat di negaranya dan malah bekerja di luar negeri setelah ia berkecil hati melihat rekan-rekannya “menciptakan” mata-mata, bukan “menangkap” mereka. Ia juga digambarkan sebagai orang yang berprinsip yang menolak organisasi yang korup dan melakukan apa yang menurutnya benar.
    5. Nama salah satu karakter dalam drama tidak berhubungan dengan [aktivis pro-demokrasi kehidupan nyata] Chun Young Cho. Namun, karena telah disebutkan bahwa namanya mengingatkan pada dirinya, kami akan mengubah nama protagonis wanita.

    Mulai saat ini, berdasarkan informasi di atas, kami meminta kalian untuk tidak menyesatkan opini publik dengan membuat informasi palsu tentang sebuah drama yang belum tayang seolah-olah benar. Ketahuilah bahwa perilaku ini menghalangi dan menyebabkan kerugian serius bagi banyak pembuat konten yang mencoba membuat produksi yang baik.

    Kami akan melakukan yang terbaik untuk menerima ulasan positif dengan drama lengkap.” (koreanarea.com)