August3 , 2021

    Petisi Untuk Hentikan Produksi Drama “Snowdrop” Mendapat Lebih Dari 96ribu Tanda Tangan Dalam Semalam

    Related

    Share

    Sebuah petisi resmi telah dibuat terkait kontroversi seputar drama JTBC “Snowdrop” .

    Petisi tersebut meminta produksi/penayangan drama dihentikan karena distorsi sejarahnya.

    “Setelah tingkat keegoisan yang terlihat melalui drama ‘Joseon Exorcist’, sepertinya yang lain akan muncul.

    Meski berkali-kali membuktikan bahwa tidak ada keterlibatan Korea Utara dalam gerakan demokratisasi, drama ini telah menjadikan tokoh utamanya mata-mata. Selain itu, tokoh-tokoh lain yang mengatasnamakan pemerintah, disiksa dan dibunuh saat berusaha memperbagus Kementerian Keselamatan dan Perencanaan Nasional (sekarang NIS).

    Sepertinya mereka mengabaikannya dengan mengatakan bahwa itu hanya setting untuk drama, tapi setting itu sendiri menghina para korban saat ini dan secara langsung menunjukkan tekanan politik dalam drama tersebut.

    Kebebasan tidak berarti kalian hidup dengan cara kalian sendiri. Tidak ada orang bodoh yang mau menerima orang yang diizinkan membunuh orang dengan cara mereka sendiri. Kita harus menghentikan semua syuting untuk drama ini dan menghapus semua pembuatan film sejauh itu menghina dasar negara kita. Kami meminta semua dukungan kalian.”

    “Snowdrop” yang memiliki perkiraan tanggal rilis pada paruh kedua 2021, dikritik setelah sebagian plotnya bocor secara online.

    Setelah menerima banyak kehebohan, JTBC merilis pernyataan resmi melalui Twitter, membahas kekhawatiran tersebut. Mereka menegaskan kembali bahwa “tuduhan seputar ‘Snowdrop’ tidak sejalan dengan rencana produksi.”

    Publik Korea secara umum telah menjadi sangat sensitif terhadap sejarah K-Drama sejarah yang “mendistorsi”, dengan K-Drama SBS “Joseon Exorcist” menjadi drama terbaru yang menghadapi serangan balik, yang pada akhirnya membatalkan drama secara permanen. (koreanarea.com)