Sunmi Ngaku Dirinya Menderita Gangguan Kepribadian Ambang

2 min


Pada episode 16 Desember dari Mnet “Running Girls”, para anggota terbuka satu sama lain tentang kehidupan, karier, dan kekhawatiran mereka.

“Running Girls” dibintangi Chungha, Sunmi, Hani EXID, Chuu LOONA, dan YooA Oh My Girl dalam reality show tentang membentuk “tim lari” dan mencari kursus lari alami yang indah di Korea.

Di awal episode, Sunmi dan Hani berbicara tentang persahabatan mereka. Hani berkata, “Sejujurnya, aku merasa harus berhati-hati di sekitar kamu. Kamu memiliki lebih banyak pengalaman daripadaku. Yang aku maksud dengan ‘berhati-hati’ adalah kuingin lebih mendengarkan kamu, kungin lebih mengenal kamu dan kuingin tahu tentang kamu. “

Hani menambahkan, “Kami sering bertemu, tetapi sebenarnya tidak ada kesempatan bagi kami untuk menjadi dekat. Kami tidak banyak bicara, tapi kami tetap berhubungan satu sama lain.” Sunmi berkata, “Hee Yeon [nama asli Hani] merasa seperti seseorang yang bisa aku ajak berteman denganku di mana saja, kapan saja.”

Di bagian lain dalam episode tersebut, Sunmi membagikan beberapa kata penghiburan dan nasihat untuk Chuu, yang telah mengaku merasa seperti dia tidak bisa menjaga anggota lain. Sunmi berkata, “Menurutku kamu merasakan tekanan yang sama seperti yang dulu aku rasakan. Kamu benar-benar harus menggali lebih dalam untuk menemukan apa yang kamu sukai. Kamu harus menggali lebih dalam untuk menemukan hal yang akan memberi kamu kepercayaan diri.”

Sunmi melanjutkan, “Chuu sangat mengingatkan aku pada diriku sendiri ketika aku pertama kali melakukan debut. Aku merasa seperti aku tidak dapat melakukan apa-apa, bahwa aku tidak membantu grup. Aku juga hidup seperti itu sampai suatu hari aku menyadari bahwa aku sedang melelahkan diri. Kupikir Chuu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat itu.”

Malamnya, Sunmi berbicara terus terang tentang didiagnosis dengan gangguan kepribadian ambang (Borderline personality disorder).

“Penting untuk mengambil cuti saat kamu mengalami kesulitan,” katanya. “Aku meninggalkan Wonder Girls untuk mengambil cuti. Saat itu, aku berurusan dengan penyakit mental daripada penyakit fisik. Aku memulai debutnya sebagai artis solo, aku berpromosi dengan Wonder Girls lagi, aku meninggalkan agensi, dan aku punya banyak waktu untuk memikirkan diriku sendiri. Tapi waktu itu mulai menggerogotiku.”

Dia melanjutkan, “Sekitar lima tahun lalu, aku didiagnosis dengan gangguan kepribadian ambang. Itulah yang sangat menyiksaku. Sungguh melegakan. Setelah aku didiagnosis, aku mendapat perawatan dan pengobatan, dan itu membaik. Kalian harus menjaga fundamental tersebut agar orang-orang di sekitar kalian juga bisa nyaman. Aku belajar bahwa gangguan kepribadian ambang sering kali berat bagi orang-orang di sekitar kalian. Kuingin orang-orang di sekitarku bahagia dan tidak terluka karenaku. AKu ingin mencintai mereka, tapi itu juga datang dari sesuatu dalam diriku yang ingin dicintai sebagai balasannya.”

Dia melanjutkan, “Aku memulai debutnya pada titik awal dalam hidupku. Aku memulai di masyarakat terlalu muda. Kita seharusnya mengembangkan ‘diri’ di masa remaja kita, tetapi aku menghabiskan sebagian besar waktu itu di dalam mobil. Kupikir penting untuk merefleksikan diri kalian sendiri, untuk mempelajari apa yang kalian sukai dan apa yang kalian kuasai, untuk mempelajari cara menangani perasaan kalian. Aku sudah mengerti itu sekarang. Obat yang aku minum sudah berkurang banyak, jadi tidak perlu khawatir. Aku sangat kuat. Aku menjadi lebih kuat.”

Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang senantiasa berubah-ubah, dan perilaku yang impulsif. Seseorang yang mengalami BPD memiliki cara pikir, cara pandang, serta perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya. Akibatnya, timbul masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dalam keluarga dan di lingkungan pekerjaan. Gangguan ini umumnya muncul pada periode menjelang usia dewasa. (https://www.alodokter.com/bpd-borderline-personality-disorder)

Sunmi pernah menulis lagu berbahasa Inggris berjudul “Borderline” tentang pengalamannya dengan gangguan tersebut, yang dirilisnya pada bulan Agustus.

koreanarea.com
Repost? SERTAKAN CREDIT!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Like Like
0
Like
Angry Angry
0
Angry
Confused Confused
0
Confused
Lol Lol
0
Lol
Omg Omg
0
Omg
Cute Cute
0
Cute
Cry Cry
0
Cry
Wtf Wtf
0
Wtf
Cotton Cake