Yoon Hee Seok Mantan Anggota LIMITLESS Buka-Bukaan Tentang Konflik Dengan Anggota dan CEO Agensi + Mengaku Pernah Mencoba Bunuh Diri

2 min


Mantan anggota LIMITLESS, Yoon Hee Seok terbuka tentang alasan ia meninggalkan grup.

Pada bulan Mei ini, Yoon Hee Seok melalui akun Instagram pribadinya menyatakan bahwa ia akan keluar dari LIMITLESS. Segera setelah itu, agensinya, ONO Entertainment, merilis pernyataan yang mengatakan bahwa mereka belum membatalkan kontrak dengan Yoon Hee Seok dan tidak dapat menghubunginya.

Pada 10 Agustus, Yoon Hee Seok membuat postingan di akun Instagram-nya untuk menyatakan apa yang terjadi.

Peringatan: diskusi tentang bunuh diri.

Baca terjemahan postingannya di bawah ini:

“Saat ini aku dalam keadaan sangat tidak stabil, jadi harap dipahami jika postingan ini sangat tidak jelas.

Aku mengertakkan gigi dan menahannya selama hampir setahun karena aku tidak ingin menulis sesuatu seperti ini, tetapi aku memutuskan untuk menulis postingan ini karena sepertinya sudah tidak ada cara lain lagi.

Ketika aku sedang mempersiapkan debutku setelah bergabung dengan agensi, perusahaan tempat agensi bergabung keluar dari bisnis. Kami tidak dapat menerima pelajaran lagi dan tidak memiliki ruang latihan, tetapi bahkan dalam kondisi yang buruk, kami secara sukarela berkumpul, jadi kami mempersiapkan debut kami dengan pemikiran bahwa kami ingin mencapai impian kami.

Pada Juli 2019, kami memulai debutnya sebagai grup bernama LIMITLESS. Setelah kami menyelesaikan promosi seperti mimpi untuk album pertama kami, kami diberitahu tentang penambahan dua anggota China [ke grup kami]. Tidak lama kemudian, aku menemukan diriku sangat menderita karena keterasingan dan pelecehan verbal karena perselisihan di antara anggota. Kuingin memulihkan hubunganku dengan para anggota, tetapi tidak berjalan mulus, dan karena aku tinggal di asrama, aku tidak punya siapa-siapa untuk diajak bicara tentang situasi, jadi penyakit dalam pikiranku bertambah parah. Aku memberi tahu CEO beberapa kali tentang betapa sulitnya waktu yang kualami karena masalah. Namun, ia menutup mata dan mengatakan kepadaku untuk sabar menghadapi [anggota] karena mereka biasanya seperti itu.

Desember lalu, aku tidak tahan lagi dan memberi tahu CEO tentang situasinya dan bahwa kuingin meninggalkan grup. CEO mendengarkan apa yang kukatakan dan mengatakan kepadaku bahwa ia tahu betapa banyak masalah yang kualami serta masalah yang dihadapi para anggota. Ia menyatakan kepadaku bahwa ia akan membatalkan kontrak kami untuk ku setelah konser kami dijadwalkan akhir Desember. Pada saat itu, aku menderita karena harus melepaskan pekerjaan yang sangat kuinginkan dan dari situasi sulit yang kualami. Aku bekerja keras untuk mempersiapkan konser karena ini akan menjadi konser terakhirku, tetapi bahkan kemudian, perselisihan antara aku dan anggota terus berlanjut, dan berlatih untuk konser itu tidak mudah. Setelah konser selesai, aku berbicara dengan CEO, dan ia tiba-tiba menyalahkan segalanya padaku dan mengatakan ia akan membatalkan kontrak kami setelah penampilan acara radio yang dijadwalkan awal Januari. Jadi aku melakukan semua aktivitas sebagai bagian dari LIMITLESS seperti yang ia perintahkan, dan aku telah banyak berbicara dengannya selama ia ada, tetapi ia menunda menyelesaikan masalah dengan alasan yang berbeda setiap kali. Dalam pertemuan CEO dengan orang tuaku, ia mengatakan hal yang berbeda kepadaku dan orang tuaku dan mencoba mengadu domba kami satu sama lain.

Delapan bulan itu seperti neraka bagiku. Aku minum pil agar tertidur di malam hari dan mengalami depresi berat, gangguan kecemasan, dan gangguan panik, dan yang kupikirkan hanyalah ingin mati. Karena masalah ini, aku bahkan pernah mencoba bunuh diri. Aku tidak dapat memaksa diri untuk memberi tahu orang tuaku, jadi aku memberi tahu CEO sambil menangis bahwa aku mengalami masa sulit sehingga aku bahkan mencoba bunuh diri. Namun, CEO menutup mata. Aku minta maaf kepada orang tuaku yang akan mengetahui hal ini melalui postingan ini.

Aku kehilangan identitasku, dan aku merasa hidupku hancur setiap hari. Aku tidak sabar menunggu CEO yang menghindariku, jadi aku mengupload postingan di media sosial yang mengatakan aku akan keluar dari LIMITLESS. CEO menyakitiku sekali lagi dengan merilis pernyataan palsu yang mengatakan bahwa ia tidak dapat menghubungiku dan [postingku] tidak benar. Aku benar-benar putus asa ketika ia mengatakan kepadaku tentang diagnosis depresiku bahwa siapa pun dapat dengan mudah mendapatkan sertifikat medis untuk depresi.

Aku sangat menyesal harus mengungkapkan ini kepada orang tuaku, kepada mereka yang mendukungku, dan kepada penggemarku yang mencintaiku meskipun aku memiliki kekurangan.

Aku mengertakkan gigi dan menahan diri dengan situasi, berpikir bahwa jika aku menahannya sebentar, semua orang akan bahagia, tetapi terlalu sulit bagiku untuk menahannya lebih lama lagi. Pikiran bahwa kutidak tahu siapa diriku semakin dalam, aku terus mendapatkan pikiran negatif, dan kupikir aku mengalami masalah dalam mengendalikan perilaku ku. Aku benar-benar mengalami kesulitan.”

https://www.instagram.com/p/CDtbeH0pvNr

koreanarea.com
via: soompi
Repost? SERTAKAN CREDIT!


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Like Like
0
Like
Angry Angry
0
Angry
Confused Confused
0
Confused
Lol Lol
0
Lol
Omg Omg
0
Omg
Cute Cute
0
Cute
Cry Cry
0
Cry
Wtf Wtf
0
Wtf
Cotton Cake