August3 , 2021

    Aktivis Korea Selatan dan Warga Asing Gelar Protes Damai di Seoul Untuk Mendukung Gerakan “Black Lives Matter”

    Related

    Share

    Gerakan “Black Lives Matter” telah mengalihkan dunia sejak dimulai di Amerika Serikat karena kematian George Floyd di tangan seorang polisi kulit putih.

    George Floyd terbunuh pada 25 Mei setelah seorang perwira polisi kulit putih yang menahannya dengan lutut di lehernya selama hampir sembilan menit dengan sesama petugas di sampingnya.

    Ini menjadi katalis bagi orang-orang di seluruh dunia untuk melawan ketidakadilan sosial dan ketidaksetaraan ras.

    Di Bangkok, misalnya, para aktivis menggelar protes digital dengan memajang gambar orang-orang yang mengenakan pakaian hitam, memperlihatkan kepalan tangan mereka dan menjelaskan mengapa mereka mendukung “Black Lives Matter”.

    Protes lain di luar Amerika Serikat terjadi di Seoul, Korea Selatan, 6 Juni lalu, ketika para aktivis Korea Selatan dan penduduk asing bergandengan tangan untuk menggelar protes damai untuk mendukung gerakan “Black Lives Matter”.

    Orang-orang terlihat memegang spanduk saat melakukan gerakan “kneed”, untuk membuat semua orang ingat persis bagaimana George Floyd meninggal dengan cara yang sama.

    Ketika ditanya apa alasan mereka melakukan protes, beberapa aktivis memberikan jawaban pribadi mereka.

    Lee Sang Hyun, yang merupakan pengunjuk rasa mengatakan, “Saya harap kita bisa membangun dunia di mana kita bisa bernafas. Meskipun kita hidup di berbagai negara, saya pikir dunia yang ingin kita tinggali adalah sama. Kami akan bekerja bersama dan menciptakan dunia yang bebas dari diskriminasi.”

    Rianne Mitchell yang juga salah satu pengunjuk rasa mengungkapkan, “Saya di sini untuk mendukung “Black Lives Matter” karena kami muak dan bosan dengan semua rasisme yang berlangsung melawan … terutama, saya, sebagai orang kulit hitam. Saya hanya muak dan lelah dengan apa yang sedang terjadi.”

    “Pada akhirnya, rasisme bukan masalah yang eksklusif dan terisolasi di Amerika Serikat. Saya pikir ini adalah masalah dalam kemanusiaan dan sesuatu yang perlu ditangani secara global.” Ungkap David Hwang, peserta unjuk rasa.

    Lebih dari seratus orang berkumpul, dan untungnya, meskipun polisi ada di sana, protes dilakukan dengan damai.

    Tonton liputan lengkap oleh Arirang News di bawah ini.

    Koreaboo.com (koreanarea.com)