Beranda General Korea Selatan Akan Melegalkan Aborsi

Korea Selatan Akan Melegalkan Aborsi

Aborsi akhirnya dilegalkan di Korea Selatan.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan membuat keputusan mengejutkan dengan mencabut aturan kriminalisasi praktik aborsi karena dianggap membatasi hak-hak perempuan. Ini merupakan sebuah sejarah dimana peraturan yang sudah dibuat 66 tahun lalu dan dianggap menjadi ‘pakem’ negara menjadi hilang begitu saja.

Peraturan yang sebelumnya menyatakan bahwa tindakan aborsi adalah hal yang dilarang, dan dokter pelaksana aborsi serta kaum perempuan yang setuju untuk menyetujui aborsi akan dikriminalisasikan, kini sudah tidak diatur oleh undang-undang. Tujuh dari sembilan hakim menyetujui hal ini, sementara dua lainnya tetap berpegang teguh dengan undang-undang sebelumnya.

Dalam jajak pendapat yang telah dilakukan pekan lalu, sebanyak 58 persen responden Korea setuju dengan penghapusan kriminalisasi aborsi, sementara 30 persen lainnya ingin tetap mempertahankan peraturan ini.

Menurut Kim Sujung, yang merupakan pengacara dari seorang dokter yang didakwa melakukan 69 aborsi secara ilegal mengatakan, “Saya yakin peraturan ini bisa membebaskan kaum perempuan dari belenggu yang mencekik mereka.”

Jumlah praktik pengguguran kandungan di antara kaum perempuan berumur antara 15 hingga 44 tahun pada 2017 tercatat 49.764 kali, yang merupakan penurunan dari 342.433 pada 2005 dan 168.738 pada 2010 sehubungan dengan peningkatan pemakaian alat kontrasepsi dan penurunan jumlah perempuan pada rentang usia tersebut.

Menurut hukum sebelumnya, perempuan yang menggugurkan kandungan dapat dihukum penjara satu tahun atau kurang serta membayar denda dua juta won atau sekitar Rp24,8 juta. Hukum tersebut juga mengatur tenaga medis, termasuk dokter, yang terlibat dalam aborsi atas permintaan perempuan dapat dihukum penjara hingga dua tahun dan izin kerja dicabut hingga tujuh tahun.

Ada perkecualian yang mengizinkan aborsi dalam 24 pekan sejak kehamilan karena alasan kesehatan, seperti penyakit keturunan atau kehamilan yang membahayakan bagi kesehatan ibu dan kehamilan akibat perkosaan. Dalam seluruh kasus ini, para perempuan harus mendapat izin dari pasangannya untuk melakukan tindakan.

Korsel memberlakukan larangan aborsi pada 1953, pada saat hukum pidana pertama kali diterapkan setelah perang Korea 1950-1953 dan sejak itu tidak pernah diubah. Peraturan baru ini akan tetap berlaku hingga amandemen selanjutnya pada 21 Desember 2020.


Source : Various
Rewritten by Miro
@ksenseid

Berikan Pendapat Kamu

608FansSuka
65PengikutMengikuti
77PengikutMengikuti
614PengikutMengikuti

Populer Minggu Ini

Seungri Diduga Membayar Gaji Manajer Menggunakan Dana Dari Burning Sun

Seungri telah dicurigai membayar gaji bulanan manajernya menggunakan dana dari klub Burning Sun. Menurut siaran MBC "Newsdesk" pada 12...

Red Velvet Dikabarkan Akan Gelar Konser Gratis di Indonesia

Kabar menggembirakan bagi para penggemar Red Velvet, karena girl group asal SM Entertainment ini dikabarkan akan menggelar konser secara gratis di Indonesia.

Tunjukan Profesionalitas, Dreamcatcher Tampil Tanpa Memakai Alas Kaki

Pada tanggal 19 Februari lalu Dreamcatcher melakukan comeback stage di SBS MTV The Show. Dalam penampilan Dreamcatcher di The...

A-Teen Season 2 (Web Drama 2019): Para Pemeran & Sinopsis Singkat

Web drama populer "A-Teen" dikonfirmasi memiliki season kedua. Season pertama web drama ini berhasil memecahkan rekor dengan lebih dari 140 juta views....

Yuk Kenali Para Member SR18G, Calon Girlgrup SM yang Bikin Penasaran!

Pada tanggal 2 Desember 2013 silam, SM resmi memperkenalkan project baru mereka yang bernama SM Rookies. SM Rookies adalah tim pradebut trainee yang berada...